
BACATODAY.COM – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menyampaikan komitmen dan harapannya bagi kalangan santri menyusul persetujuan pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di bawah Kementerian Agama. Ia menilai jutaan santri yang tersebar di puluhan ribu pondok pesantren merupakan potensi besar yang dapat menjadi pilar kekuatan sosial dan ekonomi Indonesia di masa mendatang.
Menurutnya, lebih dari 11 juta santri yang belajar di sekitar 42 ribu pesantren bukan sekadar data statistik. Mereka adalah bagian dari kekuatan masyarakat yang tumbuh dari tradisi panjang dan semangat perjuangan. Hal tersebut disampaikan Gibran melalui tayangan di GibranTV pada Sabtu (21/2/2026).
Gibran menegaskan bahwa pesantren merupakan institusi pendidikan bersejarah yang memadukan ilmu pengetahuan dan pembentukan akhlak. Dari lembaga ini telah lahir banyak tokoh nasional, ulama, pejuang kemerdekaan, pemimpin umat, hingga pelaku usaha yang berperan dalam menggerakkan ekonomi rakyat.
Ia juga mencontohkan kiprah pesantren dalam membangun kemandirian ekonomi. Produk digital printing berkualitas yang digunakan sebuah perusahaan di Belanda, misalnya, ternyata diproduksi oleh unit usaha Jitu Printing milik Pondok Pesantren Edi Mancoro di Semarang.
Ke depan, pemerintah mendorong pesantren agar mampu mencetak santri yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga terampil di bidang teknologi seperti pertanian dan peternakan modern, robotika, blockchain, hingga kecerdasan buatan. Para santri diharapkan menjadi inovator dan pencipta solusi, tanpa meninggalkan nilai-nilai moral yang menjadi ciri khas mereka.
Meski demikian, Gibran mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu dibenahi agar pesantren semakin kompetitif di tingkat global. Pemerintah pun berjanji memperkuat dukungan, mulai dari perbaikan tata kelola hingga perluasan akses teknologi dan permodalan guna mendorong kemandirian ekonomi pesantren. (nrn/yog)











