Koordinator BGN Pujon, Wisam Zuhdi: Komunikasi dan Sinergi Kunci Keberhasilan Program MBG

BACATODAY.COM – Sejak dilantik menjabat sebagai Koordinator Tim Bantuan Gizi Nasional (BGN) Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, pada Agustus 2025, Wisam Zuhdi telah menunjukkan kinerja yang konsisten dan memuaskan.

Hingga memasuki tahun ke-2 pelaksanaannya, penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah ini berjalan lancar, tertib, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Wisam mengakui bahwa kelancaran yang tercipta saat ini tidak diraih secara instan. Berbagai tantangan di lapangan harus dihadapi, mulai dari penyamaan persepsi, pendistribusian hingga ke wilayah terpencil, hingga memastikan standar gizi terpenuhi dengan baik.

Menurutnya, fondasi utama yang membuat semua hambatan dapat teratasi adalah komunikasi yang terjalin baik dan kerja sama yang erat dengan seluruh pemangku kepentingan wilayah serta unsur Muspika di tingkat kecamatan maupun desa.

“Tidak akan berjalan mulus jika hanya mengandalkan satu pihak saja. Kami membangun koordinasi yang intens, saling terbuka, dan saling mendukung bersama camat, kepala desa, tokoh masyarakat, kader kesehatan, hingga tenaga pendidik. Itulah kunci utamanya,” ujar Wisam saat ditemui di SPPG Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, pada Senin (22/6/2026).

Berkat pendekatan kepemimpinan yang kolaboratif tersebut, sejumlah prestasi dan capaian positif berhasil dicatat selama masa tugasnya:

1. Penurunan angka stunting: Terjadi penurunan kasus kekurangan gizi dan stunting secara signifikan di wilayah binaan dalam kurun waktu 10 bulan terakhir;

2. Cakupan layanan merata: Program telah menjangkau lebih dari 95 persen sasaran yang ditetapkan, termasuk daerah-daerah yang lokasinya cukup jauh dan sulit diakses.

3. Tertib administrasi dan distribusi: Penyaluran bantuan berjalan tepat waktu dengan pencatatan yang rapi, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

4. Peningkatan pemahaman warga: Kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola makan sehat dan bergizi seimbang meningkat berkat penyuluhan rutin yang dilakukan timnya.

Lebih lanjut, Wisam menyampaikan bahwa pelaksanaan program ini memiliki dua tujuan strategis. Pertama, menekan dan mengurangi angka stunting serta memperbaiki status gizi anak dan kelompok rentan lainnya. Kedua, memberikan edukasi berkelanjutan agar masyarakat memahami fungsi dan manfaat makanan bergizi, sehingga kebiasaan baik ini dapat diterapkan secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin dampaknya tidak hanya sesaat saat menerima bantuan, tapi menjadi kebiasaan yang dibawa terus oleh keluarga. Ini investasi untuk kesehatan dan masa depan generasi di Kecamatan Pujon,” tegasnya.

Hingga saat ini, Wisam Zuhdi bersama timnya terus menjaga komitmen dan memperkuat sinergi dengan semua pihak.

Ia berharap ke depannya, program MBG dapat berjalan lebih optimal dan menjadikan Kecamatan Pujon sebagai salah satu wilayah percontohan keberhasilan penanganan gizi di Kabupaten Malang. (Dod)