Membangun Identitas Investor: KSPM UNAIR Dorong Literasi Finansial Mahasiswa.

Moderator, Ryan Filbert dan Johan Gunadi D. , dalam Seminar Pasar Modal KSPM FEB UNAIR di Aula Maleo, Kampus Dharmawangsa-B.(Foto : unair.ac.id)

BACATODAY.COM – Upaya memperkuat pemahaman literasi keuangan di kalangan mahasiswa kembali digencarkan oleh Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (UNAIR). Melalui seminar bertema “WHEN INVESTING BECOMES IDENTITY: How Beliefs, Narrative, and Social Influence Shape Investor Behavior”, kegiatan ini sukses diselenggarakan pada Sabtu (2/5/2026) di Aula Maleo, Gedung Medang, Kampus Dharmawangsa-B UNAIR.

Seminar tersebut mengangkat isu penting terkait perilaku serta psikologi investor di era modern dengan menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yakni Ryan Filbert dan Johan Gunadi D yang merupakan Community Manager di Indo Premier Sekuritas.

Literasi Finansial dan Arah Hidup
Dalam pemaparannya, Ryan Filbert menekankan bahwa salah satu tantangan terbesar bagi investor muda adalah terjebak dalam ilusi kesuksesan instan yang kerap ditampilkan di media sosial, seperti fenomena pamer gaya hidup mewah. Ia mengingatkan agar mahasiswa tidak mudah terpengaruh oleh tampilan glamor yang belum tentu mencerminkan kondisi sebenarnya.

Ryan juga menegaskan pentingnya memiliki tujuan hidup yang jelas sebelum menentukan target keuangan. Menurutnya, perencanaan finansial seharusnya berangkat dari arah hidup yang ingin dicapai, bukan sebaliknya. Tanpa tujuan hidup yang matang, penyusunan target keuangan akan kehilangan arah.

Ia menambahkan bahwa rencana kehidupan seperti membangun keluarga atau memiliki tempat tinggal akan sangat memengaruhi kebutuhan finansial seseorang. Selain itu, ia mengingatkan agar mahasiswa bijak dalam mengelola dana investasi dengan menyisihkan uang secara sadar, bukan menggunakan dana yang seharusnya dipakai untuk kebutuhan sehari-hari.

Mengelola Psikologi dalam Berinvestasi
Di sisi lain, Johan Gunadi D menyoroti pentingnya kesiapan mental dalam menghadapi dinamika pasar saham yang cenderung fluktuatif. Ia berpendapat bahwa ketahanan psikologis investor tidak cukup dibangun hanya melalui teori, melainkan harus melalui pengalaman langsung di pasar.

Menurut Johan, investor yang pernah menghadapi kondisi pasar yang jatuh cenderung memiliki mental yang lebih kuat. Untuk menjaga kestabilan emosi saat berinvestasi, ia menyarankan agar investor membagi dana ke dalam beberapa porsi, seperti untuk trading dan investasi jangka panjang.

Dengan strategi tersebut, investor dapat lebih rasional dalam mengambil keputusan. Kerugian di satu sisi dapat diimbangi oleh keuntungan di sisi lain, sehingga kondisi psikologis tetap terjaga di tengah ketidakpastian pasar.(nrl/yog)