Prabowo Usulkan WFH dan Pemangkasan Hari Kerja sebagai Langkah Hemat Hadapi Krisis

Presiden Prabowo Subianto mengusulkan penerapan work from home dan pengurangan hari kerja sebagai langkah efisiensi, dengan mencontoh kebijakan Pakistan dalam menghadapi situasi krisis. (KOMPAS com)

BACATODAY.COM – Presiden Prabowo Subianto mengajukan sejumlah gagasan sebagai respons atas dampak konflik di kawasan Timur Tengah. Salah satu usulnya adalah penerapan sistem kerja dari rumah (work from home) bagi instansi pemerintah maupun sektor swasta sebagai langkah penghematan.

Usulan tersebut merujuk pada kebijakan yang pernah diterapkan di Pakistan saat menghadapi situasi krisis. Selain WFH, negara tersebut juga memangkas hari kerja menjadi hanya empat hari dalam sepekan, dengan sebagian pegawai bekerja dari rumah.

Dalam rapat kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Prabowo menjelaskan bahwa langkah-langkah tersebut dianggap sebagai tindakan darurat, mirip dengan kebijakan yang diambil saat masa pandemi COVID-19. Ia mencontohkan bagaimana Pakistan menerapkan sistem kerja fleksibel dengan pembagian kerja antara kantor dan rumah.

Tak hanya itu, Prabowo juga menyoroti kebijakan pengurangan gaji bagi pejabat negara di Pakistan, termasuk anggota kabinet dan parlemen. Dana hasil pemotongan tersebut kemudian dialokasikan untuk membantu masyarakat yang paling terdampak.

Ia turut memaparkan langkah penghematan lain yang dilakukan Pakistan, seperti pembatasan penggunaan bahan bakar di kementerian, pengurangan operasional kendaraan dinas, hingga penghentian berbagai belanja pemerintah seperti pembelian kendaraan dan perlengkapan.

Selain itu, pemerintah Pakistan juga membatasi perjalanan luar negeri, melarang penggunaan dana negara untuk acara seremonial, serta mengalihkan kegiatan pendidikan ke sistem daring. Bahkan, kegiatan belajar di sekolah sempat dihentikan sementara selama dua minggu sebagai bagian dari penanganan situasi krisis. (nrn/yog)