Usai Di-roasting Pandji di Mens Rea, Dharma Pongrekun Anggap Berkah dan Tantang Diskusi Covid-19

Komjen Pol (purn.) Dharma Pongrekun. (ist)

BACATODAY.COM – Nama Dharma Pongrekun, sosok yang pernah maju sebagai calon independen Gubernur DKI Jakarta, kembali menjadi perbincangan publik usai di-roasting oleh komika Pandji Pragiwaksono dalam acara Mens Rea, Desember 2025 lalu.

Dalam materi stand up comedy tersebut, Pandji melontarkan sindiran tajam tidak hanya kepada Dharma Pongrekun, tetapi juga menyentil sejumlah figur dan institusi besar, mulai dari Gibran Rakabuming Raka, hingga Polri dan TNI. Namun alih-alih tersinggung, Dharma justru mengaku menikmati posisinya sebagai sasaran lelucon. “Nama saya ditaruh di depan. Buat saya itu berkah,” kata Dharma dalam kanal YouTube Ngaji Roso.

Ia menilai, penilaian terhadap materi komedi sangat bergantung pada sudut pandang masing-masing. Menurut Dharma, ia justru merasa “tersanjung” karena namanya disejajarkan dengan tokoh-tokoh nasional. “Digabungkan dengan Presiden Prabowo, Wakil Presiden Gibran, Pak Jokowi, Bu Mega, saya senang. Bahkan saudara-saudara di kampung bilang, ‘Om ada di situ.’ Saya bersyukur, tidak tersinggung sama sekali,” ujarnya.

Meski mengaku tidak tersinggung, Dharma menyoroti satu hal yang menurutnya patut dipertanyakan, yakni gestur Pandji yang memegang hidung dan lidah saat melontarkan roasting. “Belakangan ada yang memberi tahu saya, katanya kalau gerakan itu dilakukan lama, itu sindiran tertentu. Saya jadi ingin tahu, apa benar maknanya seperti itu,” ujar Dharma.

Ia menilai, jika gestur tersebut hanya dilakukan sekilas mungkin tidak menjadi persoalan. Namun ketika dilakukan berulang dan lama, menurutnya, muncul kesan yang “tidak keren”. “Kendati begitu, saya anggap lucu-lucu saja. Saya malah rindu dan ingin bertemu langsung,” tambahnya.

Dharma juga mengaku ingin berdiskusi terbuka dengan Pandji, khususnya terkait Covid-19, isu yang selama ini kerap ia suarakan dengan pandangan berbeda dari arus utama. “Saya tidak takut Covid-19 karena saya punya dokumennya. Saya tahu apa yang sebenarnya terjadi,” klaimnya.

Ia menambahkan, teknologi kecerdasan buatan (AI) saat ini membuat semua data mudah dilacak dan tidak ada yang terlewatkan.

Sementara itu, Pandji Pragiwaksono saat ini tengah menghadapi proses hukum. Ia dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penistaan agama dan pencemaran nama baik.

Pihak kepolisian menyatakan akan melakukan pemeriksaan setelah pelapor melengkapi barang bukti yang diperlukan. Kasus ini menambah panjang daftar polemik yang mengiringi batas antara kebebasan berekspresi, kritik, dan humor politik di ruang publik. (yog/red)