Bukan Sekadar Pekerjaan: Ketika Melayani Jemaah Menjadi Ibadah

Winang Surya Utama, M.Pd, saat menjadi pembimbing umroh, berfoto bersama jemaah. (Winang for Baca Malang)

Oleh: Winang Surya Utama, M.Pd

Data Kementerian Agama menunjukkan tren peningkatan signifikan jamaah umrah Indonesia dalam tiga tahun terakhir. Pada 2022 tercatat 1.006.306 jemaah, naik menjadi 1.368.616 pada 2023, dan kembali meningkat menjadi 1.467.005 jamaah pada 2024. Lonjakan ini menandakan semakin besarnya minat masyarakat untuk beribadah ke Tanah Suci pasca pandemi.

Namun, pertumbuhan tersebut juga menjadi tantangan serius bagi agen travel untuk meningkatkan kualitas pelayanan, mengingat jemaah berasal dari beragam latar belakang usia dan pengalaman. Tanpa profesionalisme dan pengawasan yang baik, peningkatan jumlah jemaah justru berpotensi memunculkan masalah baru dalam penyelenggaraan umrah.

Umroh bukan sekadar perjalanan religi, melainkan ibadah yang membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan spiritual. Dari pengalaman kami sebagai karyawan travel umroh, kami belajar bahwa keberhasilan perjalanan ini tidak hanya ditentukan oleh tiket pesawat atau hotel, tetapi oleh kualitas pelayanan yang diberikan kepada jemaah.

Setiap musim keberangkatan, kami mendampingi jemaah dari berbagai latar belakang. Ada yang baru pertama kali ke luar negeri, ada pula jemaah lansia yang membutuhkan perhatian ekstra. Bagi banyak jemaah, petugas travel bukan hanya pendamping teknis, tetapi juga tempat bertanya, bersandar, bahkan mengadu ketika merasa bingung atau cemas. Di situlah kami menyadari bahwa pekerjaan ini menyentuh sisi kemanusiaan yang sangat dalam.

Menjadi pelayan tamu-tamu Allah bukanlah sekadar pekerjaan biasa namun juga mengandung unsur ibadah. Banyak hal dan pengalaman menarik setiap keberangkatan dalam melayani tamu-tamu Allah.

Semua jemaah ini memiliki pengalaman yang berbeda-beda terutama ketika persiapan menuju keberangkatan menuju baitullah, dalam proses persiapan semua berjalan dengan begitu cepat dan bahkan sampai tak terasa menjelang waktu keberangkatan.

Ada salah satu jamaah kami yang berasal dari Probolinggo yang memiliki pengalaman yang sangat menarik jemaah tersebut jika dilihat secara finansial mustahil baginya untuk bisa berangkat umroh, namun sekali lagi umroh itu adalah panggilan Allah bagi siapapun dan Allah akan memudahkan jalanya.

Jemaah tersebut akhirnya dapat berangkat umroh melalui hadiah dari lembaga tempatnya tinggal, mungkin ini adalah jalan Allah untuk mengundang jemaah tersebut untuk bisa beribadah dan menjadi tamu Allah.

Jemaah yang berprofesi sebagai petani ini tidak pernah menyangka bisa melaksanakan ibadah umroh. Allah punya cara tersendiri dalam mengundang setiap tamunya untuk dapat beribadah ke rumahNya.

Ketika kita dengan ikhlas mengerjakan apa yang Allah perintah dan mensyukuri apa yang kita miliki inshaAllah Allah punya cara tersendiri dalam memberikan hadiah terbaiknya dan ini adalah salah satu bukti kebesaran Allah ketika jemaah tersebut mendapat undangan untuk bisa bertamu ke rumah Allah.

Allah Maha kaya dan bisa memampukan kepada siapapun hambanya jika dia sudah memiliki niat dan tekad yang kuat, Allah akan membimbing hati hambanya untuk bisa menemukan jalan keluar tersebut.

Ada pula kisah menarik dari jemaah lain ketika mengawal jemaah tersebut dan kebetulan saya mengawalnya di Makkah, tanpa sengaja saya bertanya bagaimana perjalanan umrohnya? Dan ketika kami berbegegas untuk mencoba ke Hajar Aswad saya melihat dari kejauhan ada jemaah yang dengan sangat mudah dapat mencium Hajar Aswad.

Seketika saya bertanya kepada jemaah tersebut bagaimana caranya bisa dengan sangat leluasa bisa mencium Hajar Aswad. Jemaah tersebut bercerita bahwa seperti jalan menuju Hajar Aswad itu terbuka ketika dia berajalan untuk menicum Hajar Aswad namun anehnya saat saya lihat dari belakang jemaah tersebut dengan sangat mudah dapat mencium Hajar Aswad.

Seketika saat kembali ke hotel saya bertanya amalan apa yang beliau punya sehingga dapat dengan mudah mencium Hajar Aswad? Ternyata jemaah tersebut teringat istrinya bahwa istrinya telah lama sakit stroke dan dia dengan sabar merawat istrinya dan berjanji ketika kelak bisa melaksanakan ibadah umroh akan mendoakan istrinya tersebut.

Maka dari itu Allah memudahkan semua jalannya dalam melaksanakan ibadah umroh sambil meneteskan air mata jemaah tersebut bercerita bahwa sudah mendoakan untuk istrinya.

Menjadi pesiar baitullah dan pelayan tamu-tamu Allah bukan hanya pekerjaan biasa namun ada nilai-nilai ibadah yang terkandung di dalamnya, pekerjaan kita tidak hanya mengantar dan mendampingi jemaah namun lebih dari sekedar itu kita juga menyiapkan proses dari awal sampai dengan akhir dalam persiapan setiap jemaahnya.

Ada sebuah kepuasan tersendiri ketika kita berhasil membawa jemaah untuk berangkat dan memberikan pelayanan terbaik. Pelayanan kami tidak hanya pembayaran dan langsung berangkat namun ada hal-hal lain yang juga kami perisapkan melalui kesiapan secara administratif dan juga secara fisik dari setiap jemaah.

Para jemaah harus mematuhi segala aspek yang menjadi persyaratan dalam pemenuhan untuk proses keberangkatan. Seperti harus memiliki paspor yang minimal masa aktif 7 (tujuh) bulan. Setiap jemaah juga wajib untuk vaksin meningitis dan polio mengacu pada aturan baru dalam pelaksanaan ibadah umroh.

Sebelum proses keberangkatan kita menyiapkan manasik untuk para jamaah fungsinya agar jemaah mendapatkan pembekalan sebelum berada di Tanah Suci Mekkah dan juga Madinah. Kesiapan seperti jadwal keberangkatan serta prosesi pelaksanaan umroh dilakukan akan disampaikan pada saat manasik agar jemaah memiliki kesiapan yang matang sebelum keberangkatan umroh, karena dalam umroh semua aspek harus disiapkan agar perjalanan ibadah dapat berjalan dengan khusyuk.

Proses dan pelaksanaan yang maksimal akan menentukan kualitas pelayanan. Profesionalisme agen travel seharusnya dimulai sejak sebelum keberangkatan. Edukasi manasik, penjelasan alur perjalanan, hingga transparansi fasilitas harus disampaikan dengan jujur dan jelas. Jemaah berhak tahu apa yang mereka dapatkan, sekaligus apa yang harus mereka siapkan.

Ironisnya, masih ada praktik promosi berlebihan yang tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Hal ini bukan hanya merugikan jemaah, tetapi juga mencederai kepercayaan publik terhadap penyelenggara umroh.

Di era digital, kasus travel umroh bermasalah masih kerap terjadi. Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai laporan media dan situs pemantauan travel umroh, kasus travel bermasalah tercatat berulang sejak 2017 hingga 2025, mulai dari kasus besar First Travel hingga dugaan kerugian miliaran rupiah pada PT Tawwaabiin Lamongan.

Banyak masyarakat tergiur harga murah tanpa mengecek legalitas dan rekam jejak perusahaan. Fenomena ini memperlihatkan bahwa penipuan berkedok umroh masih menjadi persoalan serius. Hal ini menuntut perbaikan sistem pengawasan dan edukasi publik agar jemaah tidak menjadi korban.

Dari sudut pandang pelaku industri, kondisi ini menjadi tantangan besar. Kami yang berusaha menjaga amanah dan integritas harus terus mengedukasi masyarakat agar lebih bijak dalam memilih travel.

Banyak travel yang bermasalah dengan memberikan sebuah promo-promo kepada setiap jemaah itu dilakukan agar dapat menarik simpati masyarakat dalam melakukan pemilihan travel, nyatanya jika kita bisa berpikir secara logika harga-harga yang diberikan dengan ketentuan yang tidak masuk akal itu patut dicurigai agar kita tidak menjadi korban dalam penipuan berkedok dengan harga paket umroh murah dari travelnya.

Menurut kami, agen travel umroh idealnya memegang tiga prinsip utama: amanah, kompeten, dan empati. Amanah berarti jujur dalam informasi dan bertanggung jawab penuh terhadap jemaah. Kompeten berarti memiliki pengetahuan ibadah dan manajemen perjalanan yang baik. Sementara empati adalah kemampuan memahami kondisi jamaah, baik secara fisik maupun emosional.

Semua prinsip tersebut inshaAllah sudah kami terapkan selama kami berada disini dalam beribadah melayani tamu-tamu Allah. Dasar dalam pelayanan ibadah umroh adalah nilai-niali tersebut agar kami bisa memberikan pelayanan yang maksimal dalam mendukung setiap jamaah bisa khusuk pelaksanaan ibadah umrohnya.

Namun, pelayanan bukan hanya tanggung jawab agen semata. Jamaah juga perlu bersikap kooperatif, disiplin mengikuti arahan, dan saling menjaga satu sama lain. Hubungan yang harmonis antara petugas dan jemaah akan menciptakan suasana ibadah yang lebih nyaman dan penuh kekhusyukan.

Kekompakan serta kerjasama yang baik juga harus dilakukan antara jamaah dan pembimbing agar pelaksanaan umroh bisa berjalan dengan khusyuk dan dapat melaksanakan tanpa ada hambatan apapun. Jemaah juga harus terbuka terutama mengenai kondisi fisik ketika akan melaksanakan ibadah umroh agar pembimbing bisa mengarahkan dengan baik jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Bekerja di dunia travel umroh adalah sekolah kehidupan yang memiliki nilai ibadah di dalamnya. Kami belajar tentang kesabaran, keikhlasan, dan arti melayani tanpa pamrih dalam setiap pelaksanaan ibadahnya. Ketika melihat jemaah tersenyum haru di depan Ka’bah, semua lelah terasa terbayar.

Di situlah kami menyadari, pekerjaan ini bukan hanya tentang mencari nafkah, tetapi tentang bagaimana cara kita beribadah kepada Allah dengan memberikan sebuah pelayanan yang ikhlas dan tulus kepada setiap jemaah. Pekerjaan ini menjadi simbol ibadah kita dengan Allah melalui perantara setiap pelayanan kepada jemaah yang ada.

Kami menyadari selain pekerjaan ini bernilai ibadah pekerjaan ini juga tidak pernah lepas dan selalu terikat dengan pihak lain, maka dari itu koordinasi dan kolaborasi dengan pihak lain juga sangat penting dalam mendukung pelaksanaan ibadah umroh.

Semoga ke depan, industri umroh di Indonesia semakin profesionalis dan berintegritas. Sebab sejatinya, umroh bukan sekadar langkah menuju Tanah Suci, melainkan perjalanan jiwa untuk menata hati dengan sabar dan ikhlas

*) Penulis : Winang Surya Utama, M.Pd, Manager PT Darul Umroh Al Haramain
*) Isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis