BACATODAY.COM – Di tengah arus globalisasi yang seringkali menegasikan aspek spiritual dalam sains, Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) Medan menghadirkan narasi baru lewat Seminar Internasional Metafisika Tasawuf Islam, yang digelar Rabu (9/7). Bertema “Implementasi Metafisika Eksakta dalam Menjawab Tantangan Zaman”, acara ini menjadi titik temu antara disiplin sains modern dan spiritualitas Islam melalui pendekatan ilmiah yang holistik.
Seminar ini mengangkat pemikiran revolusioner Prof. Dr. H. Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya, tokoh tasawuf asal Sumatera Utara yang dikenal mampu menjelaskan ajaran tarekat dengan pendekatan eksakta. Melalui kerangka berpikir “Metafisika Eksakta”, ia menggabungkan logika ilmiah dan intuisi spiritual, membangun jembatan antara laboratorium dan sajadah.
“Agama bukan hanya keyakinan, tapi ilmu pengetahuan tertinggi yang dapat diverifikasi,” ujar Dr. H. Muhammad Isa Indrawan, S.E., M.M., Rektor UNPAB.
Sains, Quantum, dan Tasawuf
Dalam paparannya, Syaikh Dr. H. Ahmad Baqi Arifin, cucu Prof. Kadirun Yahya, menjelaskan bahwa konsep Metafisika Eksakta berfungsi sebagai “peta jalan ilmiah” untuk memahami realitas semesta. Konsep ini dinilai relevan untuk menafsirkan berbagai fenomena fisika modern seperti Quantum Entanglement dan multi-dimensi spiritual dalam tasawuf.
Ia mengungkapkan bahwa fenomena spiritual dalam ajaran tarekat, seperti “wasilah” atau koneksi batin antara murid dan mursyid, sejatinya sejalan dengan prinsip entanglement dalam fisika kuantum, yang menjelaskan hubungan antar partikel tanpa batas ruang dan waktu.
“Kakek saya menjelaskan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan teori ‘Quantum Leap’. Ini bukan sekadar kisah spiritual, tapi juga kalkulasi ilmiah,” tegasnya.
Kontribusi Global dan Perspektif Multidisipliner
Seminar ini juga menghadirkan pembicara dari luar negeri, seperti Maulana Syekh Muhammad Yasin Attari Al-Qadri dari Pakistan dan Md Nor Alkhafiz Md Som dari Malaysia, serta pemateri daring dari Amerika Serikat, Ahmad Fauzi Lubis, yang membahas topik “Energi Metafisika Eksakta”.
Dari dalam negeri, Prof. Dr. Maya Sari, Guru Besar Akuntansi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, mengaitkan Metafisika Eksakta dengan transformasi paradigma akuntansi dari konsep equal menuju equity yang berlandaskan rasa syukur sebagai nilai spiritual tertinggi.
Sementara itu, Assoc. Prof. Dr. Vivi Purwandari, peneliti nano material, memaparkan bahwa melalui sains kimia, spiritualitas dapat diobjektifikasi. “Laboratorium adalah ruang zikir para ilmuwan,” ujarnya.
Silaturahmi Mursyid: Menguatkan Jaringan Tarekat di Era Sains
Seminar ini ditutup dengan silaturahmi para mursyid dan wakil mursyid dari berbagai tarekat serumpun di Sumatera Utara dan Aceh. Pertemuan malam itu bukan sekadar makan malam, melainkan forum konsolidasi lintas tarekat untuk membangun kolaborasi riset, pendidikan spiritual, dan penguatan kontribusi tasawuf dalam peradaban modern.
Kehadiran para mursyid dan intelektual spiritual ini menjadi bukti nyata bahwa ayat-ayat Al-Qur’an tidak hanya hidup dalam kitab, tetapi juga dalam fakta, nyata, dan realita—melalui pendekatan sains dan spiritualitas yang saling menguatkan. (rmp)












