
BACATODAY.COM – Sosiolog Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh, Ahmad Humam Hamid, berharap kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming ke Aceh dapat menjadi momentum untuk memperkuat penanganan dan pemulihan wilayah yang terdampak bencana.
Menurut Humam, perhatian serius dari pemerintah sangat dibutuhkan agar proses pemulihan berjalan secara optimal dan masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas seperti semula.
“Harapannya sederhana, negara harus benar-benar serius menangani kondisi ini,” kata Humam, Jumat (7/8/2026).
Ia juga berharap kunjungan Gibran ke Aceh menghasilkan kebijakan dan langkah nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak.
“Mudah-mudahan membawa kebaikan,” ujarnya.
Sebelumnya, bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat mendorong pemerintah untuk mempercepat pemulihan berbagai infrastruktur dan fasilitas dasar yang terdampak.
Dalam kunjungannya, Gibran mengakui masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu diselesaikan. Ia pun menegaskan keterbukaan pemerintah terhadap aspirasi, kritik, dan masukan masyarakat sebagai bahan evaluasi dalam proses pemulihan.
Gibran mengatakan kedatangannya ke Aceh bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan, memantau perkembangan penanganan pascabencana, sekaligus mendengarkan kebutuhan masyarakat yang terdampak.
Ia turut mengapresiasi kerja sama pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, relawan, lembaga swadaya masyarakat, dunia usaha, serta berbagai elemen masyarakat yang terlibat dalam proses pemulihan.
Gibran memastikan pemerintah akan terus mengawal penyelesaian persoalan pascabencana. Menurutnya, semangat gotong royong masyarakat sangat penting, tetapi penyediaan infrastruktur yang aman dan layak tetap menjadi tanggung jawab pemerintah.(nrn/yog)











