Dharma Pongrekun Raih Gelar Doktor dari Unpad, Bawa Gagasan Kedaulatan Indonesia hingga ke Ruang Digital

Sidang Promosi Doktor Unpad atas nama Dharma Pongrekun, NPM 170330200509, dengan disertasi: ‎“Kebijakan Keamanan Siber Indonesia yang Mandiri guna Menjaga Kedaulatan Data di Era Digitalisasi". (ist)

 

BACATODAY.COM – Mantan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Komjen Pol. (purn.) Dharma Pongrekun resmi menyandang gelar Doktor setelah dinyatakan lulus dalam Sidang Promosi Doktor Program Doktor Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Sabtu (8/8/2026).

Dalam sidang terbuka tersebut, Dharma mempertanggungjawabkan disertasinya yang berjudul “Kebijakan Keamanan Siber Indonesia yang Mandiri guna Menjaga Kedaulatan Data di Era Digitalisasi.”

Setelah melalui seluruh rangkaian pengujian dan pertanggungjawaban akademik, Dewan Penguji menyatakan Dharma lulus dengan predikat sangat memuaskan.

Dengan kelulusan tersebut, Dharma berhak menggunakan gelar akademik Doktor (Dr.), setelah memenuhi seluruh ketentuan akademik dan administratif yang ditetapkan Universitas Padjadjaran.

Disertasi yang dibawanya tidak sekadar berbicara mengenai perkembangan teknologi. Dharma menempatkan keamanan siber dan kedaulatan data sebagai bagian dari kepentingan strategis Indonesia di tengah semakin kuatnya ketergantungan terhadap teknologi digital.

Salah satu gagasan utama yang disampaikan Dharma adalah bahwa kedaulatan negara tidak semestinya hanya dipahami berdasarkan batas-batas wilayah fisik. “Kedaulatan negara tidak boleh berhenti pada batas fisik; ia harus tegak hingga ke batas virtual.”

Melalui konsep Keamanan Siber Hibrida Berbasis Pancasila dan prinsip “Kemandirian di Dalam Konektivitas”, Dharma menawarkan pandangan bahwa Indonesia tetap perlu terhubung dengan ekosistem global, namun pada saat yang sama harus memiliki kemampuan untuk menjaga kendali terhadap data, infrastruktur digital serta kepentingan strategis nasional.

Gagasan tersebut menjadi semakin relevan ketika hampir seluruh sektor kehidupan, mulai dari pemerintahan, ekonomi, pendidikan hingga pelayanan publik, semakin bergantung pada sistem digital.

Dharma Pongrekun resmi sandang gelar Doktor dari Unpad. (ist)

Bagi Dharma, perkembangan teknologi tidak boleh membuat Indonesia kehilangan kendali terhadap aset digital yang memiliki nilai strategis bagi negara.

Karena itu, kedaulatan nasional menurut gagasan yang dibawanya perlu diperluas, dari sekadar menjaga wilayah teritorial menuju kemampuan menjaga ruang digital. “Dari batas wilayah menuju batas virtual. Dari kedaulatan fisik menuju kedaulatan digital.”

Dharma tercatat sebagai mahasiswa Program Doktor Hubungan Internasional FISIP Unpad. Dalam perjalanan akademiknya, ia didampingi Ketua Promotor Prof. Dr. Arfin Sudirman, S.IP., M.A.IR., serta dua Co-Promotor, yakni Prof. Dr. R. Widya Setiabudi S., S.IP., M.T., M.Si. dan Prof. Dr. Drs. Arry Bainus, M.A.

Sidang promosi doktor ini sekaligus menjadi momentum bagi Dharma untuk mempertanggungjawabkan hasil penelitian dan gagasannya mengenai arah kebijakan keamanan siber Indonesia di tengah percepatan digitalisasi.

Sebelumnya, Dharma menyampaikan apresiasi kepada keluarga, sahabat dan rekan-rekan yang telah memberikan doa serta dukungan selama perjalanan akademiknya. “Perjalanan ini tidak mungkin saya tempuh tanpa doa, dukungan, dan kebersamaan dari keluarga, sahabat, serta rekan-rekan sekalian,” ujar Dharma

Dengan diraihnya gelar doktor tersebut, perjalanan akademik Dharma Pongrekun kini memasuki babak baru. Namun, lebih dari sekadar gelar, disertasinya meninggalkan satu pesan utama: kedaulatan Indonesia di era digital juga harus diperjuangkan di ruang siber. (yog)