BACATODAY.COM – Bertempat di Balai Kota Among Tani, Jalan Panglima Sudirman, No.507, Pesanggrahan, Kota Batu, GRIB JAYA Malang Raya gelar aksi demontrasi damai. Aksi ini menyoroti dugaan adanya kelalaian pengelolaan Sistem Get E-Parking di kawasan Alun-Alun Kota Batu.
Oleh karenanya GRIB JAYA Malang Raya menilai, keberadaan Get E-Parking tidak maksimal dalam pelaksanaannya. Padahal, keberadaan Get E-Parking telah menelan anggaran Rp 600 juta.
Dalam kesempatannya, Koordinator GRIB JAYA Malang Raya, Damanhury Jab, S.H, menyoroti dua titik pemasangan Get E-Parking di Jalan Munif dan Jalan Sudiro.
Menurutnya, fasilitas yang dibangun dengan anggaran Rp 600 juta itu hingga kini belum difungsikan secara maksimal.
“Yang kita jumpai di lapangan, Get E-Parking yang sudah dibangun dengan anggaran Rp 600 juta itu tidak difungsikan secara maksimal,” tutur Jab sapaan akrabnya pada awak media, Jumat (21/8/2026).
Berkaitan dengan hal yang dimaksud, pihaknya meminta penjelasan langsung dari Dinas Perhubungan Kota Batu.
Selain menuntut kejelasan, Ormas GRIB JAYA Malang Raya ini juga menegaskan, akan mengawal dan memberi peringatan kepada pihak mana pun yang berani “bermain” dengan persoalan parkir di Kota Batu.
“Biar bagaimanapun Kota Batu harus tertib terhadap keuangan, karena sebelumnya banyak sekali skandal-skandal yang sudah merusak harkat dan martabat Kota Batu,” katanya.
Jurnalis senior Malang Raya ini juga menyebut, jika pihaknya akan kembali turun ke jalan setelah konsolidasi dan pengumpulan data lebih lanjut, khususnya terkait dengan Get E-Parking.
Ia menekankan, keberadaannya tidak boleh merugikan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Maka dari itu, GRIB JAYA Malang Raya menuntut adanya kajian akademik dan komitmen, bahwa pemasangan Get E-Parking benar-benar berdampak pada peningkatan PAD Kota Batu yang disebut bisa mencapai lebih dari Rp 1 miliar.
“Kita akan menuntut siapa yang bertanggung jawab. Kasihan dengan pekerja-pekerja parkir. Di mana lagi nikmatnya menjadi orang Batu jika haknya dirampas oleh pemerintah,” jelasnya.
Tanggapan Dishub Kota Batu
Menanggapi aksi tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Batu, Susetya Herawan, M.Si, menyebut, jika aksi GRIB JAYA Malang Raya sebagai bentuk kontrol sosial yang diperlukan untuk perbaikan bagi Pemkot Batu.
“Kami menerima dengan tangan terbuka, karena ini juga merupakan bagian daripada kontrol sosial untuk perbaikan pengelolaan parkir di Kota Batu,” ujar Susetya Herawan, saat menerima GRIB JAYA Malang Raya diruang kerjanya.
Ia memastikan, jika pihaknya saat ini tengah menyiapkan evaluasi untuk menertibkan dan menata parkir di Kota Batu, khususnya di kawasan Alun-Alun.
“Yang jelas kita masih ada proses perbaikan, saran maupun kritik tetap kami terima guna untuk ke depannya lebih baik,” tutup Kadishub Kota Batu.
Sebagai informasi, aksi GRIB JAYA diikuti sekitar 150 massa. Mereka membawa spanduk, baliho, dan mobil komando selama berorasi di depan Balai Kota Among Tani, Pemkot Batu. (Dod)












