
BACATODAY.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait membahas langkah penanganan rumah warga yang rusak akibat gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Upaya tersebut akan melibatkan sejumlah pihak, mulai dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga pengembang perumahan.
Dalam pertemuan di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, Kamis (20/8/2026), Tito mengatakan pemerintah masih melakukan pendataan secara rinci untuk mengetahui jumlah serta tingkat kerusakan rumah. Kondisi bangunan nantinya dikelompokkan menjadi rusak ringan, sedang, dan berat.
Sebagian besar rumah yang terdampak direncanakan dibangun kembali dengan konsep in situ, yaitu rekonstruksi di lokasi tempat rumah tersebut sebelumnya berdiri.
Gempa diketahui berdampak pada sekitar delapan kabupaten di NTT. Selain permukiman warga, sejumlah fasilitas pemerintah, sekolah, jalan, dan jembatan turut mengalami kerusakan. Namun, proses pembangunan kembali belum dapat segera dilakukan karena beberapa daerah masih merasakan guncangan susulan.
Tito menjelaskan, rekonstruksi akan dimulai setelah situasi dinyatakan cukup stabil. Karena itu, pendataan menjadi tahap penting untuk menentukan kebutuhan dan sasaran bantuan secara tepat.
Pendataan dilakukan dengan metode by name by address dengan melibatkan perangkat desa, camat, hingga BPS setempat. Pemerintah juga akan menggunakan pedoman BNPB untuk menentukan kategori kerusakan bangunan. Data tersebut dapat diperbarui apabila kondisi rumah berubah akibat gempa susulan.
Kebutuhan Pengungsi Jadi Prioritas
Di samping perbaikan rumah, pemerintah juga memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar warga yang masih berada di pengungsian. Bantuan yang perlu disiapkan antara lain makanan, air minum, tenda, pakaian, selimut, serta obat-obatan.
Kebutuhan tersebut diperkirakan harus dipenuhi selama beberapa pekan ke depan. Akses menuju sejumlah wilayah juga terus dibuka agar distribusi bantuan dan mobilitas masyarakat dapat berjalan lebih lancar.
Rapat tersebut turut dihadiri Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, pengurus DPP Realestat Indonesia (REI), serta sejumlah perwakilan perusahaan pengembang properti.
Gempa berkekuatan M 7,7 telah membawa duka bagi masyarakat NTT. Dukungan dan bantuan dari berbagai pihak diharapkan dapat membantu warga melewati masa tanggap darurat hingga proses pemulihan dan pembangunan kembali.(nrn/yog)











