Awali Tahun Ajaran Baru, SMPK St. Antonius Arjowilangun Perkuat Kolaborasi dengan Orang Tua dan Salurkan Beasiswa untuk 21 Siswa

Pertemuan bersama wali murid sebagai upaya mempererat sinergi antara sekolah dan keluarga. (ist)

BACATODAY.COM – Mengawali Tahun Pelajaran 2026/2027, SMPK St. Antonius Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, menggelar pertemuan bersama wali murid sebagai upaya mempererat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendampingi proses pendidikan peserta didik. Pada kesempatan tersebut, sekolah juga menyerahkan bantuan pendidikan kepada siswa dari keluarga kurang mampu melalui Program Orang Tua Asuh Yayasan Nawasena Pelita Ilmu.

 

Kepala SMPK St. Antonius Arjowilangun, Drs. Yulius Sutrisno, mengatakan pertemuan tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan forum strategis untuk menyamakan visi antara sekolah dan orang tua dalam membentuk karakter serta meningkatkan kualitas pendidikan anak.

 

“Pertemuan ini menjadi langkah awal memasuki Tahun Pelajaran 2026/2027. Kami ingin para wali murid sebagai mitra sekolah memahami visi, misi, serta program-program yang akan dijalankan sehingga tercipta sinergi dalam mendidik dan mendampingi anak-anak,” ujarnya.

 

Menurut Yulius, peran orang tua semakin penting di tengah perkembangan teknologi digital yang menghadirkan berbagai tantangan bagi generasi muda. Karena itu, kolaborasi yang kuat antara lingkungan sekolah dan keluarga menjadi kunci keberhasilan pendidikan.

 

Untuk memperkuat pemahaman tersebut, sekolah menghadirkan Dr. Agustinus Indradi, M.Pd., Ketua Pengawas Yayasan Nawasena Pelita Ilmu sekaligus dosen Universitas Katolik Widya Karya (UKWK) Malang, sebagai narasumber.

 

Dalam paparannya, Agustinus menegaskan bahwa rumah dan sekolah harus menjadi satu kesatuan dalam membangun karakter anak. Menurutnya, teknologi digital bukan ancaman selama anak memiliki karakter yang kuat.

 

“Rumah dan sekolah harus berjalan beriringan. Anak lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dibandingkan di sekolah. Karena itu, pembiasaan yang diterapkan di sekolah perlu dilanjutkan di rumah agar pendidikan karakter berlangsung secara konsisten,” katanya.

 

Ia menambahkan, nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab tidak cukup diajarkan melalui nasihat, tetapi harus dicontohkan langsung oleh orang tua maupun guru.

 

“Anak lebih mudah meniru tindakan daripada mendengar nasihat. Karena itu, orang tua perlu menjadi teladan, mau mendengarkan anak, memberi perhatian, serta membangun komunikasi yang sehat. Jika karakter sudah terbentuk dengan baik, teknologi justru bisa menjadi sarana untuk berkembang dan meraih prestasi,” jelasnya.

 

Selain pemaparan program sekolah, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penyerahan bantuan pendidikan melalui Program Orang Tua Asuh dari Yayasan Nawasena Pelita Ilmu. Bantuan diserahkan langsung oleh Pembina Yayasan Nawasena Pelita Ilmu, Bagus Djoko Bintoro, bersama jajaran pengurus yayasan.

 

Bagus menjelaskan, pada tahun ajaran ini terdapat 21 siswa yang menerima manfaat program tersebut. Selama menempuh pendidikan di SMPK St. Antonius Arjowilangun, para penerima dibebaskan dari berbagai biaya pendidikan.

 

“Anak-anak penerima Program Orang Tua Asuh dibebaskan dari biaya SPP, biaya kegiatan sekolah, ekstrakurikuler, hingga Lembar Kerja Siswa (LKS). Mereka dipilih melalui proses asesmen karena berasal dari keluarga kurang mampu sehingga membutuhkan dukungan agar tetap bisa melanjutkan pendidikan,” ungkapnya.

 

Saat ini SMPK St. Antonius Arjowilangun memiliki 106 siswa yang terbagi dalam enam rombongan belajar, masing-masing dua rombongan untuk kelas VII, VIII, dan IX.

 

Bagus menuturkan, program beasiswa tersebut lahir dari kepedulian terhadap anak-anak yang berpotensi putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi.

 

“Kami tidak ingin ada anak yang harus mengubur cita-citanya hanya karena persoalan biaya. Tahun pertama kami membantu 10 siswa, dan kini jumlahnya meningkat menjadi 21 penerima manfaat. Ke depan, kami akan terus berupaya menambah jumlah penerima sesuai kemampuan yayasan dan dukungan para donatur,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, program tersebut tidak hanya difokuskan di SMPK St. Antonius Arjowilangun. Yayasan juga berkomitmen memperluas jangkauan bantuan pendidikan ke wilayah Malang Selatan dengan menggandeng berbagai sekolah dalam proses seleksi calon penerima beasiswa.

 

“Kami ingin semakin banyak anak memperoleh kesempatan belajar tanpa terkendala biaya. Penentuan penerima dilakukan bersama pihak sekolah agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” katanya.

 

Sementara itu, Yulius berharap kepedulian Yayasan Nawasena Pelita Ilmu terhadap dunia pendidikan dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak siswa dari keluarga kurang mampu yang dapat mengenyam pendidikan dengan tenang.

 

“Kami sangat bersyukur atas dukungan Yayasan Nawasena Pelita Ilmu. Semoga kepedulian ini terus berlanjut sehingga semakin banyak anak yang terhindar dari ancaman putus sekolah. Dengan demikian, mereka dapat belajar lebih fokus dan memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. (yon)