BACATODAY.COM — Upaya memperkuat daya saing UMKM terus dilakukan berbagai pihak, salah satunya melalui program Pengembangan Wawasan Manajerial (PWM) yang diinisiasi mahasiswa Magister Manajemen Universitas Negeri Malang (UM). Dua mahasiswa, Nur Afika Fitriani dan Yaumi Rohmah, melakukan pendampingan intensif terhadap UMKM olahan tempe Izafood di Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.
Program ini tidak hanya berfokus pada penguatan kapasitas usaha, tetapi juga mendorong kontribusi UMKM terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi dan Infrastruktur), serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan).
Transformasi Manajerial & Digitalisasi UMKM
Pendampingan dilakukan melalui penerapan ilmu manajemen secara langsung, termasuk digitalisasi pemasaran, penguatan branding, serta pembukuan berbasis teknologi.
Izafood sendiri merupakan usaha rumahan yang berdiri sejak awal 1990-an dan telah berkembang dari produksi tempe tradisional menjadi produsen keripik tempe (2012) dan nugget tempe (2020). Produk berbasis protein nabati ini semakin diminati karena menjadi alternatif makanan sehat berbasis pangan lokal.
“UMKM harus adaptif di era digital. Pendampingan ini kami lakukan agar pelaku usaha dapat mengoptimalkan media sosial, platform penjualan online, dan sistem keuangan modern,” ujar Nur Afika Fitriani.

Optimalisasi Media Sosial & Penguatan Branding
Dalam proses pendampingan, tim mahasiswa membantu pembuatan serta pengelolaan Instagram @izafood.id_adimur, Facebook Page, hingga WhatsApp Business. Tim juga merancang logo, label kemasan, serta katalog digital produk.
Pelatihan penyusunan jadwal konten, pembuatan materi promosi menarik, dan cara berkomunikasi efektif dengan konsumen turut diberikan untuk meningkatkan literasi digital.
“Dulu pemasaran hanya dari mulut ke mulut dan jualan offline. Sekarang kami bisa menjangkau pembeli luar daerah lewat Instagram, Facebook, dan Shopee,” ungkap azizah, pemilik Izafood.
Masuk E-Commerce & Pembukuan Keuangan Digital
Izafood kini resmi memiliki toko online di Shopee serta mulai menggunakan Google Spreadsheet untuk pencatatan keuangan. Sistem ini membantu pelaku usaha memantau arus kas dan menghitung keuntungan secara lebih akurat.
“Digitalisasi bukan hanya soal promosi, tetapi juga manajemen usaha. Dengan pencatatan rapi, keputusan bisnis bisa diambil lebih tepat,” tambah Yaumi Rohmah.
Dorong Daya Saing & Kontribusi pada SDGs
Pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan UMKM dalam bersaing di pasar digital. Melalui pendekatan partisipatif, pemilik usaha dapat memahami strategi pemasaran modern serta pemanfaatan teknologi yang sesuai kebutuhan usaha.
Dengan izin PIRT dan sertifikat halal yang telah dimiliki, transformasi digital Izafood tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga membuka peluang ekonomi lebih luas serta memperkuat kontribusi terhadap SDG 1 dan SDG 8.
Kini, UMKM Izafood semakin siap memperluas pasar lokal hingga regional dan menjadi contoh UMKM olahan tempe inovatif yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman serta berkontribusi pada agenda pembangunan berkelanjutan.
Pewarta/Editor: Rahmat Mashudi Prayoga











