BACATODAY.COM – “Musik selalu mengalir dalam hidup saya. Ke mana pun melangkah, pada akhirnya saya kembali lagi ke dunia musik.”
Ungkapan tersebut disampaikan Rulyanto Indrajati (42) saat mengenang perjalanan hidupnya yang membawanya dari sebuah kampung sederhana di Siten, Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul, hingga berkesempatan tampil di salah satu festival musik bergengsi di Polandia. Baginya, musik seakan menjadi benang merah yang terus menghubungkan setiap fase kehidupannya.
Kedekatan Rulyanto dengan musik sudah dimulai sejak masa kanak-kanak. Ia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Meski kedua orang tuanya tidak berkecimpung di bidang seni, kecintaannya terhadap musik tumbuh berkat sang kakek yang dikenal sebagai pengajar karawitan di SMP Kanisius dan Gereja Ganjuran, Bantul.
Sejak kecil, ia kerap berada di lingkungan yang akrab dengan suara gamelan. Bahkan, sang kakek sempat mengenalkannya pada dasar-dasar permainan alat musik tradisional tersebut.
Meski demikian, ketertarikannya kemudian berkembang ke jenis musik lain. Saat menempuh pendidikan di SMP Negeri 1 Pandak dan SMA Negeri 1 Bantul, ia mulai mengenal dunia band dan memutuskan untuk ikut terjun sebagai musisi.
Pada masa itu, musik rock tengah berada di puncak popularitas. Rulyanto banyak terinspirasi oleh grup dan musisi seperti Jamrud, Boomerang, Guns N’ Roses, Metallica, hingga Sepultura. Ketika teman-temannya mulai membentuk band, ia pun ikut larut dalam semangat bermusik.
Bersama rekan-rekannya, ia mulai tampil di berbagai acara. Penampilan perdananya berlangsung dalam perayaan HUT Kemerdekaan RI di kawasan Goa Selarong. Karena belum memiliki nama resmi, grup mereka kemudian dikenal masyarakat sebagai Selarong Band.
Seiring waktu, minatnya terhadap musik semakin serius. Ia mulai menciptakan lagu sendiri dan merekam karya secara mandiri. Pada 2009, Rulyanto merilis mini album pertamanya yang berisi enam lagu. Empat tahun berselang, ia kembali meluncurkan mini album kedua bersama Radar Band dengan jumlah lagu yang sama.
Namun perjalanan Radar Band tidak selalu berjalan mulus. Pergantian personel yang berulang akhirnya membuat grup tersebut harus mengakhiri kiprahnya. Band itu resmi bubar setelah Rulyanto memutuskan menetap di Polandia.
Keputusan pindah negara diambil pada 2021, saat pandemi COVID-19 masih berlangsung. Ia mengikuti istrinya yang berasal dari Polandia. Sebelumnya, sang istri telah menetap selama enam tahun di Indonesia dan pasangan ini telah memiliki dua anak.
Kehidupan baru di Polandia sempat membuatnya jauh dari panggung musik. Pembatasan aktivitas akibat pandemi membuat hiburan dan pertunjukan nyaris berhenti. Selain itu, ia belum memiliki relasi untuk bermusik di negara tersebut.
Setelah situasi mulai membaik dan berbagai tempat hiburan kembali beroperasi, hasratnya untuk tampil kembali muncul. Ia melihat pertunjukan musik mulai hidup di berbagai bar dan kafe, meski saat itu belum memiliki teman bermusik.
Peluang akhirnya datang ketika ia berkenalan dengan pengelola sebuah bar di Kota Poznan. Dari pertemuan tersebut, ia mendapat tawaran untuk mengisi acara musik. Menariknya, saat kesempatan itu datang, ia bahkan belum memiliki gitar sendiri dan harus meminjam alat musik demi bisa tampil di atas panggung.(nrl/yog)












