
BACATODAY.COM – Dalam menghadapi ancaman kejahatan transnasional yang terus berkembang, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen. Pol. Eddy Hartono, menegaskan bahwa kolaborasi antarnegara adalah kunci utama dalam upaya pemberantasan terorisme global.
Pernyataan tersebut disampaikan saat memimpin Delegasi Indonesia dalam Sidang ke-34 Komisi Pencegahan Kejahatan dan Peradilan Pidana PBB (CCPCJ) di Wina, Austria, pada Selasa, 20 Mei 2025.
Mengangkat tema “Adressing new, emerging and evolving forms of crime”, forum internasional ini membahas berbagai tantangan kejahatan baru, mulai dari kejahatan lingkungan, penyelundupan barang komersial, hingga perdagangan dan penjarahan properti budaya.
“Indonesia meyakini bahwa semangat multilateralisme dan kerja sama internasional memegang peran krusial untuk mengatasi bentuk-bentuk kejahatan transnasional, termasuk terorisme,” ujar Eddy Hartono, Jumat (23/5).
Di tingkat nasional, lanjutnya, Indonesia terus memperkuat kerja sama teknis dengan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) melalui mekanisme Programme Governance Committee (PGC). Kolaborasi ini dinilai penting untuk memperkuat strategi bersama dalam mengatasi kejahatan lintas batas.
Eddy Hartono juga mengingatkan pentingnya implementasi resolusi terkait penanganan anak-anak yang terasosiasi dengan kelompok teroris—resolusi yang diinisiasi Indonesia bersama Australia pada sidang CCPCJ ke-33 tahun lalu. Ia menyerukan dukungan negara-negara anggota PBB dalam pembentukan Intergovernmental Expert Group demi perlindungan holistik bagi anak-anak korban eksploitasi terorisme.
Sebagai bagian dari rangkaian forum, Indonesia juga turut menjadi tuan rumah side event bertajuk “Getting Smart on Justice: Parole, Probation, and Reducing Recidivism” yang diselenggarakan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) pada 22 Mei 2025. Kegiatan ini menyoroti pendekatan keadilan yang lebih manusiawi dan efektif dalam mengurangi angka residivisme.
Dengan kehadiran aktif dalam forum global ini, Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian dari solusi atas tantangan keamanan global, khususnya dalam hal pemberantasan terorisme dan perlindungan generasi masa depan. (him)











