Realisasi Investasi Kuartal I 2026 Lampaui Target, Tembus Rp498,79 Triliun

Realisasi investasi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai Rp498,79 triliun, melampaui target dan tumbuh 7,22 persen, serta menyerap lebih dari 700 ribu tenaga kerja.(ANTARA News Jatim)

BACATODAY.COM – Presiden Prabowo Subianto menerima laporan dari Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, terkait capaian investasi pada kuartal I 2026 yang mencapai Rp498,79 triliun, sedikit melampaui target Rp497 triliun.

Rosan menjelaskan bahwa angka tersebut mengalami kenaikan 7,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, investasi tersebut juga berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja sebanyak 706.569 orang, atau meningkat 18,93 persen secara tahunan. Ia menyampaikan hal ini kepada wartawan usai bertemu Presiden di Istana Kepresidenan RI, Jakarta.

Lebih lanjut, Rosan mengungkapkan bahwa komposisi investasi antara penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) relatif seimbang. PMDN tercatat sekitar 49,89 persen, hampir setara dengan PMA yang mencapai Rp249,94 triliun. Dari sisi wilayah, investasi lebih banyak terserap di luar Pulau Jawa dengan porsi sekitar 50,37 persen, sementara di Jawa sebesar 49,63 persen atau senilai Rp247,53 triliun.

Ia juga menyebutkan lima negara terbesar penyumbang investasi, yakni Singapura dengan sekitar 4,6 miliar dolar AS, Hong Kong sebesar 2,7 miliar dolar AS, China 2,2 miliar dolar AS, Amerika Serikat 1,7 miliar dolar AS, serta Jepang sekitar 1 miliar dolar AS.

Adapun sektor yang paling banyak menerima aliran investasi meliputi industri logam dasar, jasa lainnya, pertambangan, perumahan, kawasan industri, transportasi, pergudangan, hingga telekomunikasi.

Rosan menambahkan bahwa target investasi ke depan mengalami peningkatan yang cukup besar dibandingkan capaian satu dekade terakhir. Dalam periode 2014–2024, total investasi yang masuk mencapai sekitar Rp9.100 triliun. Sementara untuk 2025–2029, target yang ditetapkan oleh Bappenas menembus lebih dari Rp13.000 triliun. Ia optimistis target tersebut dapat dicapai dan diharapkan tren positif ini terus berlanjut.(nrn/yog)