
BACATODAY.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali mengajukan sejumlah tokoh untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional. Salah satu nama yang diusulkan tahun ini adalah RM Margono Djojohadikusumo, kakek Presiden RI Prabowo Subianto, yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam perkembangan ekonomi Indonesia.
Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah Imam Maskur mengatakan, selain Margono, tokoh lain yang kembali diajukan adalah KH Sholeh Darat. Margono diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas, sedangkan KH Sholeh Darat diajukan Pemerintah Kota Semarang.
Seluruh proses pengusulan di tingkat daerah telah rampung. Berkas kedua tokoh tersebut juga telah dikirim ke Kementerian Sosial setelah memperoleh rekomendasi dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Menurut Imam, keputusan akhir mengenai pemberian gelar Pahlawan Nasional berada di pemerintah pusat. Apabila seluruh proses berjalan sesuai rencana, kedua tokoh tersebut berpeluang menerima penghargaan pada peringatan Hari Pahlawan, 10 November 2026.
Dalam proses penilaian, berbagai aspek menjadi pertimbangan, mulai dari karya, pengabdian, tulisan, hingga kontribusi terhadap bangsa dan negara. Margono dinilai memiliki peran penting dalam bidang ekonomi, termasuk sebagai salah satu tokoh yang memiliki gagasan dalam pendirian Bank Negara Indonesia (BNI) pada 1946. Sementara KH Sholeh Darat dikenal melalui karya-karya keagamaannya.
Pengusulan gelar Pahlawan Nasional sendiri berawal dari aspirasi masyarakat yang kemudian disampaikan melalui pemerintah kabupaten atau kota. Usulan tersebut selanjutnya dikaji oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) sebelum mendapatkan rekomendasi gubernur dan diteruskan ke Kementerian Sosial.
Imam menjelaskan, pengusulan Margono dan KH Sholeh Darat sebenarnya telah dimulai sejak 2025. Pemprov Jawa Tengah kemudian mengirimkan kedua nama tersebut ke Kemensos pada April 2026.
Selain dua tokoh tersebut, Jawa Tengah juga mengusulkan kembali lima nama yang sebelumnya pernah diajukan tetapi belum memperoleh gelar Pahlawan Nasional. Mereka adalah dr. Kariadi, Bambang Sugeng, Bambang Soeprapto Dipokoesoemo, Basoeki Probowinoto, dan Roebiono Kertopati.(nrn/yog)











