BACATODAY.COM – Di tengah pertumbuhan transaksi digital nasional dan percepatan adopsi QRIS, AstraPay memperkuat kontribusinya melalui inovasi layanan, edukasi ekosistem, serta pengembangan akses keuangan digital bagi UMKM di berbagai daerah Indonesia.
Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia dengan kontribusi sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional serta menyerap hampir 97 persen tenaga kerja nasional. Hingga saat ini jumlah UMKM di Indonesia tercatat mencapai lebih dari 64 juta unit usaha dan menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat di berbagai daerah.
Di tengah besarnya kontribusi tersebut, transformasi digital menjadi tantangan sekaligus peluang baru bagi UMKM Indonesia. Pemerintah bersama regulator dan pelaku industri terus mendorong percepatan digitalisasi usaha melalui penguatan Sistem pembayaran digital dan inklusi keuangan. Namun, tantangan pemerataan akses penggunaan aktif layanan digital, hingga literasi keuangan masyarakat masih menjadi Fokus penting dalam agenda ekonomi digital nasional.
Perkembangan transaksi digital nasional sendiri menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Bank Indonesia mencatat hingga 2025, QRIS elah digunakan oleh lebih dari 57 juta pengguna dan menjangkau lebih dari 39 juta merchant, di mana mayoritas merupakan pelaku UMKM. Nilai transaksi QRIS juga terus meningkat seiring perubahan perilaku masyarakat menuju transaksi non-tunai dan ekosistem pembayaran digital yang semakin terintegrasi.
Selain QRIS, industri dompet digital nasional juga terus mengalami pertumbuhan yang kompetitif. Inovasi layanan, keamanan transaksi, integrasi ekosistem, serta kemampuan menghadirkan solusi yang relevan bagi kebutuhan masyarakat dan UMKM kini menjadi faktor utama dalam menjaga pertumbuhan industri pembayaran digital yang berkelanjutan.
Melihat perkembangan tersebut, PT Astra Digital Arta atau AstraPay terus memperkuat Komitmennya dalam mendukung agenda nasional terkait digitalisasi UMKM dan inklus Keuangan. Momentum Hari Ulang Tahun ke-6 AstraPay menjadi refleksi sekaligus langkah strategis perusahaan dalam memperluas kontribusinya terhadap penguatan ekonomi digital nasional.
Hingga saat ini, AstraPay telah melayani lebih dari 17,5 juta pengguna dengan Number of Transactions (NoT) mencapai lebih dari 90 juta transaksi per tahun. Capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan serta relevansi AstraPay dalam mendukung kebutuhan transaksi digital masyarakat, melalui ekosistem yang terintegrasi dengan berbagai bisnis Astra maupun mitra strategis lainnya.
Chief Executive Officer AstraPay, Rina Apriana mengatakan bahwa pertumbuhan industri digital perlu diiringi dengan pembangunan ekosistem yang inklusif dan berkelanjutan.
“Digitalisasi tidak hanya berbicara mengenai transaksi, tetapi bagaimana teknologi dapat membantu masyarakat dan UMKM berkembang secara berkelanjutan. Astra ingin memastikan bahwa pertumbuhan bisnis yang kami lakukan juga sejalan dengan upaya memperluas akses keuangan digital, meningkatkan literasi, dan memperkuat daya saing UMKM Indonesia,” tuturnya, Sabtu (6/6/2026).
Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang tersebut, AstraPay secara rutin menghadirkan berbagai program edukasi dan pemberdayaan UMKM di berbagai wilayah Indonesia. Program tersebut mencakup pelatihan digital marketing, pengelolaan dan edukasi transaksi digital, hingga penguatan literasi keuangan bagi pelaku usaha.
Selain itu, AstraPay juga menghadirkan dukungan akses pembiayaan usaha melalu kolaborasi bersama FIFGROUP, serta pengembangan dashboard keuangan bisnis yang dirancang untuk membantu UMKM memantau dan mengelola transaksi mereka sehingga lebih mudah dan efisien.
Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun AstraPay bertajuk Semesta Berpesta yang diselenggarakan di enam kota di Indonesia yakni Bali, Yogyakarta, Malang, Makassar, Bandung, dan Jakarta. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, AstraPay mengakuisisi lebih dari 100 UMKM daerah dan menghadirkan berbagai program aktivasi yang mendekatkan layanan digital kepada masyarakat, mulai dari tiket masuk Rp1, promo transaksi digital, hingga berbagai merchandise menarik bagi pengguna.
Tidak hanya itu, AstraPay juga kembali menghadirkan Anugerah Jurnalistik Astra (AJA) yang kini memasuki tahun ketiga penyelenggaraan. Berbeda dari tahun sebelumnya, kompetisi kali ini turut melibatkan pelaku UMKM sebagai bagian dari upaya memperluas literasi dan narasi positif mengenai transformasi digital di Indonesia.
Selain AJA, AstraPay juga menyelenggarakan Hackathon AstraPay yang melibatkan mahasiswa serta praktisi teknologi informasi dengan tema “Product Innovation Integrated with AstraPay”
Kompetisi ini menjadi wadah kolaborasi inovasi digital untuk menghadirkan solusi pembayaran dan layanan keuangan yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat. Total hadiah yang disiapkan dalam rangkaian kompetisi tersebut mencapai lebih dari Rp20 juta.
Sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-6, AstraPay juga menyelenggarakan kegiatan Media & UMKM Gathering yang bertempat di De Goela Jawa, Kristal Tee Building Lv.3, Elpico Mall, Jalan Villa Puncak Tidar, Kunci, Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.
Giat tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan Bank Indonesia, jajaran direksi AstraPay, pelaku UMKM, hingga jurnalis nasional.
Turut hadir juga Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Abi Abdul Haris dan Chief Executive Officer AstraPay, Rina Apriana. Dalam kesempatar tersebut, perwakilan Bank Indonesia menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi AstraPay dalam mendukung percepatan digitalisasi sistem pembayaran nasional, melalui inovasi layanan yang aman dan adaptif terhadap perkembangan kebutuhan masyarakat.
“Kolaborasi antara regulator dan pelaku industri, menjadi penting untuk memastikan transformasi digital berjalan inklusif dan memberikan manfaat nyata bagi masyara luas, termasuk UMKM,” ujar Haris.
Tidak hanya berfokus pada pengembangan transaksi digital, AstraPay juga menghadirkan workshop khusus bagi UMKM dan jurnalis sebagai bagian dari penguatan kapabilitas ekosistem. Workshop UMKM membahas pengembangan dan strategi digital marketing, sementara workshop jurnalis menghadirkan diskusi terkait perkembangan ekonomi digital dan literasi keuangan di era transformasi digital.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, AstraPay menegaskan bahwa pertumbuhan pembayaran digital perlu dibangun melalui kolaborasi yang berkelanjutan bersama regulator, media, pelaku usaha, dan masyarakat.
Ke depan, AstraPay berkomitmen untuk terus memperluas kontribusinya dalam mendukung inklusi keuangan, mempercepat digitalisasi UMKM, serta memperkuat ekosistem ekonomi digital nasional melalui inovasi layanan yang relevan, aman, da berdampak bagi masyarakat Indonesia. (Dod)












