
BACATODAY.COM – Survei terbaru yang dilakukan Adidaya Institute memperlihatkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka masih berada pada level yang tinggi. Dalam survei yang digelar pada Mei 2026, sebanyak 68,2 persen responden mengaku puas terhadap kinerja keduanya, sementara 27,1 persen menyatakan sebaliknya.
Direktur Politik dan Kebijakan Publik Adidaya Institute, Ahmad Fadhli, menilai capaian tersebut cukup positif mengingat kondisi global yang tengah diwarnai ketidakpastian ekonomi dan meningkatnya ketegangan geopolitik. Menurutnya, tingkat kepuasan publik yang mendekati 70 persen menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan nasional masih terjaga.
Dalam penilaian terhadap kabinet, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tercatat sebagai menteri dengan kinerja terbaik. Sebanyak 36,8 persen responden menilai Purbaya paling menonjol dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Survei juga menunjukkan tingginya optimisme publik terhadap upaya pemberantasan korupsi yang dijalankan pemerintah. Sebanyak 68,8 persen responden percaya pemerintahan Prabowo-Gibran serius menangani kasus korupsi, sementara 62,5 persen menilai penegakan hukum saat ini berjalan secara adil. Kepercayaan tersebut antara lain dipengaruhi oleh langkah pemerintah dalam menindak sejumlah pejabat yang terlibat kasus hukum.
Terkait evaluasi kabinet, mayoritas responden belum melihat kebutuhan mendesak untuk melakukan reshuffle. Hanya 48,1 persen yang mendukung perombakan kabinet dalam waktu dekat, sedangkan 32,1 persen menolak langkah tersebut. Hal ini dinilai sebagai sinyal bahwa masyarakat masih memberi kesempatan kepada para menteri untuk meningkatkan kinerja mereka.
Pada sektor ekonomi, survei mencatat 61,1 persen responden merasakan kondisi ekonomi keluarga lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, 59,6 persen responden juga meyakini perekonomian nasional mengalami perbaikan di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran. Tingkat keyakinan ini dinilai sejalan dengan tingginya kepuasan terhadap kinerja pemerintah.
Optimisme serupa terlihat pada target swasembada beras. Sebanyak 68,6 persen responden yakin pemerintah mampu merealisasikan kembali program tersebut pada tahun ini. Namun di sisi lain, masyarakat berharap pemerintah tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Sebanyak 63,2 persen responden menyatakan keberatan apabila harga BBM dinaikkan akibat gejolak harga minyak dunia.
Dukungan publik terhadap program unggulan pemerintah juga tergolong kuat. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat dukungan 71,5 persen responden, program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) didukung 75,6 persen responden, sementara program Cek Kesehatan Gratis (CKG) memperoleh tingkat dukungan tertinggi mencapai 93,3 persen.
Selain tingkat dukungan, sebagian besar responden juga merasakan manfaat langsung dari program-program tersebut. Sebanyak 67,6 persen responden menilai MBG berdampak bagi keluarga mereka, sedangkan 82,6 persen merasakan manfaat dari program CKG. Berbeda dengan dua program tersebut, manfaat langsung KDKMP masih dinilai belum terlalu dirasakan oleh sebagian masyarakat.
Meski mendukung program pemerintah, responden tetap menyoroti persoalan tata kelola sebagai tantangan utama dalam pelaksanaan MBG dan KDKMP. Untuk program CKG, aspek sosialisasi menjadi perhatian terbesar yang perlu ditingkatkan.
Dalam isu politik, mayoritas responden menolak upaya yang bertujuan menjatuhkan pemerintahan di tengah masa jabatan. Sebanyak 62,5 persen menyatakan tidak setuju terhadap gerakan yang mengarah pada upaya makar terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.
Survei juga memetakan peta politik menuju Pemilu 2029. Dari sisi popularitas calon presiden, Prabowo Subianto masih menempati posisi teratas dengan tingkat pengenalan mencapai 96,6 persen. Ia diikuti oleh Anies Baswedan, Gibran Rakabuming Raka, Dedi Mulyadi, dan Ganjar Pranowo.
Dalam simulasi elektabilitas Pilpres 2029, Prabowo juga unggul dengan dukungan 32,6 persen responden. Posisi berikutnya ditempati Dedi Mulyadi, Anies Baswedan, Agus Harimurti Yudhoyono, dan Ganjar Pranowo.
Sementara untuk figur calon wakil presiden, Dedi Mulyadi mencatat elektabilitas tertinggi sebesar 23,9 persen. AHY berada di posisi berikutnya dengan 13,8 persen, disusul Gibran Rakabuming Raka dengan 13,7 persen.
Pada tingkat partai politik, Partai Gerindra menjadi partai dengan elektabilitas tertinggi apabila pemilu digelar saat ini, dengan perolehan 30,5 persen. Posisi berikutnya ditempati Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebesar 11,5 persen dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebesar 9,1 persen.
Survei Adidaya Institute sendiri dilaksanakan pada 1–8 Mei 2026 melalui wawancara tatap muka terhadap 1.240 responden yang tersebar di 38 provinsi. Metode yang digunakan adalah probability sampling dengan margin of error 2,78 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Selain itu, lembaga survei menerapkan proses verifikasi ketat melalui dokumentasi foto dan pelacakan lokasi responden menggunakan Google Maps.(nrn/yog)











