Muhammadiyah Perkuat Dukungan MBG Lewat Peresmian SPPG UMSU

Peresmian SPPG Tahap III di UMSU menjadi bukti konkret dukungan Muhammadiyah terhadap program MBG sebagai investasi pembangunan manusia. (Muhammadiyah)

BACATODAY.COM – Peresmian Tahap III Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kampus IV Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Senin (16/2), menjadi ajang peneguhan komitmen Muhammadiyah dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan ini menegaskan bahwa pemenuhan gizi merupakan bagian penting dari strategi pembangunan kualitas sumber daya manusia.

Acara tersebut dihadiri Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Sony Sonjaya, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah yang juga Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu’ti, Rektor UMSU, Wakil Gubernur Sumatera Utara, jajaran PWM dan PWA Sumatera Utara, serta sejumlah undangan.

Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa sejak program MBG digagas oleh Presiden Prabowo Subianto, Muhammadiyah langsung memberikan dukungan penuh. Komitmen tersebut tidak hanya sebatas pernyataan, tetapi juga diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan Badan Gizi Nasional saat Tanwir Muhammadiyah di Kupang.

Menurutnya, dukungan itu sejalan dengan prinsip Muhammadiyah yang berupaya mencetak generasi unggul, baik dari sisi intelektual maupun fisik. Program makan bergizi dipandang sebagai langkah strategis untuk menyiapkan manusia berkualitas sejak usia dini agar mampu belajar, berkembang, dan berkontribusi secara optimal.

Ia juga mengaitkan program MBG dengan konsep Islam bastatan fil ‘ilmi wal jism, yakni keseimbangan antara kecerdasan dan kekuatan jasmani. Kisah Thalut disebut sebagai contoh kepemimpinan yang dibangun atas dasar keunggulan ilmu dan ketangguhan fisik, bukan semata faktor materi.

Dalam konteks kekinian, Mu’ti menjelaskan bahwa ilmu mencakup seluruh pengetahuan yang bermanfaat, sementara kekuatan jasmani mencakup kesehatan, kebugaran, ketahanan mental, serta keterampilan hidup yang dibentuk melalui disiplin dan pola hidup sehat. Karena itu, MBG tidak hanya menyasar aspek gizi, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter generasi muda.

Ia menegaskan, tujuan utama program ini adalah melahirkan generasi yang siap menempuh pendidikan, produktif dalam bekerja, serta mampu memikul tanggung jawab di masa depan. Asupan bergizi pun dipandang sebagai fondasi penting dalam membangun manusia Indonesia yang tangguh menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045.

Peresmian Tahap III ditandai dengan pemukulan tagading sebagai simbol penguatan layanan. Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti turut menyerahkan bukunya berjudul Makan Bergizi Gratis Perspektif Islam dan Pendidikan kepada sejumlah tokoh, sebagai upaya memperkuat literasi publik mengenai pentingnya sinergi antara gizi dan pendidikan karakter dalam perspektif Islam. (nrn/yog)